Bahaya Narkoba Pada Anak 2013

Bahaya Narkoba Pada Anak 2013 - Obat-obat yang termasuk golongan psikotropika digunakan sebagai : neuro-leptika, antidepresan, dan obat penenang. Dampak pemakaian obat ini dapat menyebab-kan depresi, stimulasi pada susunan syaraf pusat, halusinasi, dan gangguan fungsi motorik /otot, dan efek lainnya. Selain itu dapat menimbulkan problematika sosial bagi si pemakai.

Oleh karena itu bahaya narkoba pada obat-obat yang termasuk dalam golongan psikotro-pika harus benar-benar digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk keperluan pengobatan, penelitian, dan atau tujuan khusus lainnya. Contoh obat golongan psikotropika adalah : tablet valium, artane, mogadon, mumalid, mivoltril, dan sebagainya, yang di kalangan para pemakainya sering disebut PIL KOPLO (seperti obat kapsul).

Pada saat ini kenakalan remaja sudah berada pada kondisi memprihatinkan. Oleh karena itu, siapapun remaja tersebut, kita semestinya sedikit banyak ikut andil dalam membantu memecahkan masalah mereka. Kenakalan remaja yang dimaksud-kan dalam hal ini adalah perbuatan / kejahatan / pelangggaran yang dilakukan oleh remaja yang bersifat melawan hukum, anti-sosial, dan menyalahi norma-norma agama. Perbuatan yang termasuk pelanggaran, antara lain kejahatan yang disertai kekerasan, seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian, penipuan, tawuran, pemerasan, gelandangan, dan penyalahgunaan Narkoba.

Bahaya Narkoba

Menurut Dr. Fuad Hasan, kenakalan remaja adalah perbuatan anti-sosial yang dilakukan oleh remaja yang bilamana dilakukan oleh orang dewasa dikualifikasikan sebagai tindak kejahatan. Terlepas dari pengertian siapapun, kenakalan remaja perlu diatasi, karena dapat meresahkan masyarakat. Kenakalan dalam bahaya narkoba untuk remaja yang paling berbahaya dan merusak masa depan generasi muda kita adalah penyalahgunaan Narkoba. Sebagian besar remaja beresiko tinggi kecanduan Narkoba adalah mereka yang tidak dalam pengawasan orangtua, tidak dapat komunikasi dengan orangtua (introvert / tertutup), pengendalian diri yang rendah (dasar agama yang kurang), tidak suka diatur, senang mencari sensasi, bergaul dengan pecandu, sulit beradaptasi, merasa dikucilkan, dan memiliki anggota keluarga yang pecandu.

Semakin maraknya berita peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di media massa memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat, khususnya bagi remaja, mengingat pengguna Narkoba sebagian besar adalah remaja. Remaja yang berada pada tahap pencarian identitas diri selalu memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru dan tidak memikirkan akibatnya, baik bagi dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekitarnya. Hal ini karena sebagian remaja tidak memiliki cukup bekal pengetahuan tentang Narkoba dan bahayanya bagi kesehatan dan masa depannya.

Jiwa yang masih labil yang ada pada diri siswa SMP dan SMA berakibat pada mudahnya mereka terkena pengaruh dari lingkungan. Masa mencari identitas diri digunakan sebagai ajang untuk mencoba apa saja yang menurutnya baru dan berbau modern. Mereka sangat takut dikatakan sebagai remaja yang ketinggalan jaman, sehingga apapun yang dilakukan teman sebayanya merupakan “keharusan” untuk mencoba dan merasakan. Salah satu yang mempengaruhi kehidupan remaja saat ini adalah adanya penyalahgunaan obat terlarang, atau terkenal dengan Narkoba (Narkotika dan Obat Berbahaya). Meskipun banyak himbauan disampaikan oleh Pemerintah kita dan lembaga-lembaga yang peduli dengan bahaya Narkoba, namun hal itu seolah-olah tidak ada gunanya, karena memang sulit untuk menyadarkan mereka yang sudah terkena (kecanduan). Dengan demikian himbauan kemudian lebih diarahkan pada mereka yang belum terkena. Banyak slogan terpampang dimana-mana, seperti “Say No to DRUGS”, “Hidup Sehat tanpa NARKOBA”, “Jauhkan diri dari pil neraka”, dan sebagainya.

Bahaya Narkoba


Berdasarkan pertimbangan fakta yang ada di lapangan saat ini, maka perlu bagi masyarakat, khususnya remaja untuk dibekali pengetahuan tentang bahaya Narkoba bagi kesehatan dan masa depan mereka. Beberapa kasus penyalahgunaan bahkan peredaran Narkoba pernah terjadi di wilayah Kabupaten ini. Oleh karena itu, untuk menganti-sipasi meluasnya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba ini perlu dilakukan kegiatan penyuluhan. Siswa SMP dan SMA di wilayah ini perlu penyuluhan disebabkan mereka adalah kelompok remaja yang ada di desa yang sangat jarang tersentuh oleh kegiatan penyuluhan semacam ini. Selain itu, pada umumnya remaja dari desa lebih mudah kena pengaruh hal-hal yang berbau ”modern” dalam pemahaman mereka, padahal justru dapat membahayakan bagi kehidupannya.

0 comments:

Poskan Komentar