Kenapa Perlu Investasi Reksadana

Reksadana adalah instrumen keuangan penting dalam perencanaan keuangan. Tapi, kurang dari 10% kelas menengah di Indonesia menempatkan dananya di Reksadana menurut sejumlah survei. Kenapa Anda harus segera berinvestasi di Reksadana ? Apa daya tarik instrumen keuangan yang satu ini?

Sebelum membahasnya, kita lihat dulu apa masalah – masalah yang kerap dihadapi masyarakat dalam berinvestasi. Masyarakat tahu investasi itu penting tapi seringkali tidak bisa melakukannya secara optimal karena sejumlah kendala.

Pertama, tidak tahu harus investasi dimana karena tidak memiliki kemampuan atau skill mengelola investasi.

Kedua, keterbatasan dana sehingga sulit melakukan investasi yang optimal.

Ketiga, masih rendahnya literasi keuangan sehingga pengetahuan mengenai produk atau instrumen keuangan masih terbatas.

Masalah – masalah ini bisa dipecahkan dengan berinvestasi di Reksadana. Kenapa bisa ?

Kita simak dulu apa itu Reksadana sebenarnya.

Apa itu Reksadana
Mudahnya, kita mengumpulkan dana bersama-sama dengan investor lain yang nantinya dana tersebut dikelola oleh professional, sesuai kebijakan investasi yang disepakati. Professional yang mengelola tersebut adalah Manajer Investasi.

Dana kumpulan tersebut disimpan dan dicatat oleh pihak yang independen dari Manajer Investasi, yaitu kustodian, yang umumnya adalah bank. Bank kustodian memastikan harta kekayaan Reksadana, yang artinya uang para investor, tersimpan dengan aman dan tercatat dengan benar.
Bagaimana Manajer Investasi menempatkan uang investor di Reksadana? Ada banyak instrumen investasi Bisa di saham, obligasi, pasar uang dan lain – lain.

Strategi Manajer Investasi dicantumkan dalan kebijakan investasi. Kebijakan investasi bisa dibaca di prospektus Reksadana, yang diberikan sebelum investor menempatkan uangnya.

Itu soal pengertian Reksadana secara singkat.

Keuntungan Berinvestasi di Reksadana
Ada sejumlah keunggulan Reksadana dibandingkan instrumen investasi lainnya.

#1 Dikelola Ahli Investasi
Mungkin Anda tertarik bermain saham di bursa efek.

Tapi, kendalanya adalah waktu dan ilmu.

Karena sibuk dengan pekerjaan sepanjang hari, Anda hampir mustahil punya waktu memantau dan menanalisa dinamika pasar saham. Anda tidak punya keahlian menganalisa dan mengevaluasi kinerja perusahaan guna memutuskan mana sahamyang seharusnya dibeli dan seharusnya dilepas.

Di Reksadana, saya tetap bisa berinvestasi di saham, meskipun tidak punya waktu dan tidak punya ilmu soal saham.

Karena ada Manajer Investasi yang akan melakukannya, mengelola dana saya di bursa saham. Mereka yang akan menentukan saham apa dan kapan dibeli, dijual atau ditahan.

Manajer Investasi tidak sembarangan dipilih. Prosesnya ketat dan berlapis. Wajib lolos ujian sertifikasi, dan melewati saringan seleksi dari regulator pasar modal.

#2 Bisa Investasi Rp 100 ribu
Jumlah investasi di reksadana sangatlah terjangkau.

Saya bisa membeli reksadana hanya dengan 100 ribu rupiah.

Di tabungan atau deposito, kalau ingin mendapatkan bunga yang lumayan menguntungkan, perlu menaruh uang dalam jumlah cukup besar.

Apalagi investasi di emas maupun properti yang menuntut minimum dana lebih besar lagi.

#3 Akses ke Pasar Model dengan Murah
Dengan jumlah investasi yang terjangkau, saya mendapatkan akses partisipasi di pasar modal.

Dimana akses tersebut sulit didapatkan, jika berinvestasi langsung, tanpa lewat reksadana.

Dibutuhkan modal minimum sekitar 25 juta, jika ingin bermain saham di bursa secara langsung. Perbedaan yang cukup signifikan antara modal investasi dengan reksadana dibandingkan investasi langsung, terutama bagi investor individual.

#4 Bisa Dicairkan dalam 3 hari
Reksadana bisa dicairkan dengan cepat.

Hanya butuh waktu 3 hari dari pengajuan, dana di reksadana sudah cair dan diterima di rekening. Likuditas bukan masalah di reksadana.

Bayangkan, anda bisa punya potensi keuntungan setara properti, misal di reksadana saham, tetapi punya fleksibilitas pencairan, hampir setara tabungan. Tidak banyak instrumen keuangan yang bisa menawarkan keunggulan seperti ini.

Kesimpulan
Dengan keunggulan seperti itu, saya tidak pikir panjang lagi untuk menggeser sebagian investasi di instrumen - instrumen ‘tradisional’ ke reksadana.

Bukan berarti saya meninggalkan instrumen tabungan, deposito, emas atau properti. Sama sekali tidak.

Tetapi, reksadana punya sejumlah keuntungan yang bisa saling melengkapi dengan investasi – investasi yang lain. Ingin belajar lebih jauh, silahkan kunjungi Panduan Belajar Reksadana.

0 comments:

Poskan Komentar