KESEHATAN KULIT PASIEN DIABETES MELITUS

KESEHATAN KULIT PASIEN DIABETES MELITUS - Diabetes melitus dapat mempengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk kulit. Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus sering kali membuat kulit kering dan terasa gatal, luka menjadi sulit sembuh, infeksi kulit dan lain-lain. Berikut ini adalah link-link yang mungkin dapat membantu Anda untuk memahami perawatan kulit dan masalah-masalah yang dapat timbul pada pasien diabetes pada umumnya seperti di bawah ini :

1. Perawatan Kulit Pasien Diabetes Melitus
Karena diabetes melitus dapat mempengaruhi kesehatan kulit, maka sangatlah penting untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi kesehatan kulit dan cara perawatan kulit bagi pasien diabetes melitus agar terhindar dari masalah.

2. Luka yang Tidak Kunjung Sembuh pada Pasien Diabetes Melitus
Pasien diabetes melitus seringkali bermasalah dengan luka di kaki yang sulit sembuh atau bahkan berakhir dengan amputasi. Artikel ini memberikan penjelasan mengenai proses terjadinya luka pada pasien diabetes melitus faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka.

3. Sekilas tentang Penyakit Bisul
Bisul adalah salah satu penyakit kulit yang sering diderita oleh pasien diabetes melitus. Pasien diabetes melitus yang gula darahnya tinggi tidak terkontrol bahkan dapat menderita bisul berukuran besar dalam jumlah banyak.

4. Infeksi Jamur pada Kulit
Infeksi jamur pada kulit sering juga diderita oleh pasien diabetes melitus, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol. Ketahui hal-hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit dan pencegahannya, kenali ciri-cirinya dan lakukan penanganan yang tepat.

Cara perawatannya antara lain sebagai berikut :
1. Jaga kulit tetap bersih dan kering. Kulit yang lembab di daerah lipatan dapat  membuat kulit teriritasi, mudah terinfeksi jamur atau bekteri.
2. Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas dan mandi dengan berendam. Hal ini dapat membuat kulit terlalu kering, sehingga mudah merasa gatal.
3. Mandi menggunakan sabun yang lembut, misalnya sabun bayi. Setelah mandi, oleskan pelembap, kecuali pada daerah lipatan dan daerah sela jari kaki. Mengoleskan pelembap pada tempat tesebut dapat mencetuskan infeksi jamur.
4. Temui dokter spesialis kulit dan kelamin jika menemukan kelainan kulit.

0 comments:

Posting Komentar