Lima Dukungan Nyata APRIL Pulp Untuk Mencegah Kebakaran Hutan

Kebakaran lahan dan hutan menjadi salah satu hal yang paling diantisipasi oleh APRIL Pulp. Produsen pulp dan kertas terkemuka ini bahkan menyiapkan lima dukungan nyata supaya api tidak melahap habis rimba di Riau.

Berdiri pada 1993 dengan basis di Pangkalan Kerinci, Riau, APRIL Indonesia adalah salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Dalam setahun, mereka mampu menghasilkan 2,8 juta ton pulp dan 850 ribu ton kertas.

Kesuksesan itu tak lepas dari kemampuan APRIL Asia dalam memenuhi stok bahan bakunya. Mereka tidak mendapatkan kayu dari hutan alam atau hasil dari pembalakan liar. Namun, APRIL justru memperolehnya dari perkebunan akasia yang mereka kelola.

Saat ini, APRIL Pulp tercatat mengelola lahan perkebunan seluas 476 ribu hektare. Mereka bekerja sama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang dalam pengelolaan dengan konsep berkelanjutan.

Berkat itu, APRIL Indonesia mampu menelurkan sejumlah produk ternama. Salah satunya adalah kertas premium yang diberi merek PaperOne. Brand ini sudah mampu menjadi kebanggaan negeri kita karena dijual, dipakai, serta didistribusikan ke 70 negara.

Kesuksesan yang diraih akhirnya semakin membuat rasa cinta kepada alam tumbuh kian kiat di tubuh APRIL Asia. Oleh karena itu, kerusakan lingkungan dalam bentuk apa pun selalu mereka sesali.

Oleh karena itu, APRIL Pulp selalu berusaha menjaga kelestarian lingkungan. Kebakaran lahan dan hutan menjadi salah satu ancaman paling besar. Pasalnya, bencana ini memiliki dampak destruktif yang luar biasa besar terhadap alam.

Sial sekali, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kebakaran lahan dan hutan yang tinggi. Sampai-sampai, api yang menjalar liar di rimba menjadi seperti sebuah tradisi tahunan. Lihat saja, setiap musim kemarau tiba, bencana itu terjadi.

Melihat kondisi tersebut, APRIL Pulp tidak mau berdiam diri. Mereka menyiapkan sejumlah langkah nyata dalam penanganan bencana kebakaran. Setidaknya ada lima hal yang mereka lakukan di Riau untuk mengantisipasi supaya api tidak melahap lahan dan hutan. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya.

Pembentukan Masyarakat Peduli Api
Upaya pencegahan kebakaran tidak mudah dilakukan. Jika ingin pelaksanaannya efektif, semua pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga semua elemen masyarakat harus terlibat.

Atas dasar ini, penanaman kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan menjadi sangat penting. Terkait ini, Provinsi Riau sudah melakukan langkah yang maju. Mereka membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mengundang partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

Pada dasarnya, MPA merupakan organisasi masyarakat desa atau kelurahan atau kecamatan di Provinsi Riau yang dibentuk untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Mereka didirikan untuk mengatasi masalah keterbatasan pemerintah dalam pencegahan maupun pemadaman kebakaran terkait jumlah personil, sarana-prasarana, jarak dan waktu, serta pemahaman medan.

Sejarah pembentukan MPA bermacam-macam. Ada yang dibentuk oleh Departemen Kuhutanan, Kementrian Lingkungan Hidup, namun ada pula yang didirikan oleh perusahaan swasta di sekitar desa.

APRIL Indonesia merupakan salah satu penggagas pendirian MPA. Mereka melakukannya sebagai bagian dari Program Desa Bebas Api yang dicanangkan untuk menghilangkan kebakaran lahan dan hutan.

Di Provinsi Riau, APRIL Pulp tercatat membentuk 18 MPA. Warga dilatih cara antisipasi kebakaran serta diberikan pemahaman tentang bahaya api. Dengan itu diharapkan warga akan peduli dengan situasi di sekitar khususnya ancaman si jago merah.

Inisiatif ini merupakan langkah nyata dari APRIL Asia dalam mencegah bahaya kebakaran lahan dan hutan. 

Membentuk Tim Respons Cepat
APRIL Pulp tahu persis bahwa kebakaran mesti secepatnya diantisipasi. Semakin kecil api yang berkobar, upaya pengendaliannya semakin mudah. Hal itu berlaku sebaliknya.

Oleh karena itu, keberadaan tim respons cepat yang mampu bereaksi dengan kilat ketika kebakaran terjadi amat krusial. Hal inilah yang membuat APRIL segera melakukan langkah konkret. Mereka membentuknya dengan tujuan untuk mengantisipasi api sudah tidak berkobar liar.

Saat ini ada 700 orang yang tergabung dalam tim respons cepat kebakaran APRIL Indonesia. Dari jumlah itu, 230 orang di antaranya merupakan pemadam kebakaran terlatih.

Bukan hanya itu, APRIL juga melibatkan masyarakat. Dalam tim respons cepat kebakaran ada 22 kelompok pencegahan dan pengendali kebakaran berbasis masyarakat.

Mereka semua ditugaskan untuk untuk mendukung Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Riau ketika terjadi insiden kebakaran. APRIL Asia melengkapi tim respons cepat dengan peralatan pemadaman memadai dan kecakapan antisipasi kebakaran.

Menyiapkan Pompa Air
Proses pemadaman kebakaran selalu menghadirkan kesulitan tersendiri. Apalagi jika api berkobar di kawasan pedalaman seperti di tengah hutan rimba. Upaya memadamkannya bakal semakin suit.

Oleh sebab itu, keberadaan sarana pemadaman yang memadai amat penting. Salah satunya adalah pompa air yang berguna untuk mengalirkan air dalam proses memadamkan api.

APRIL Indonesia menyadari pompa air merupakan alat yang vital dalam pencegahan kebakaran. Oleh sebab itu, mereka tak ragu menyediakannya dalam jumlah banyak.

Di Riau, APRIL tercatat menyiapkan 215 pompa air yang dikhususkan untuk pemadaman kebakaran. Pompa-pompa itu disebarkan ke berbagai titik yang rawan kebakaran.

Dengan ini, proses pemadaman kebakaran bakal lebih mudah. Sebab, sudah tersedia pompa air yang memudahkan tim pemadam kebakaran menjinakkan si jago merah.

Menyediakan Sarana Transpotasi Pemadaman Api
Kecepatan sangat menentukan kesuksesan proses pemadaman kebakaran. Semakin cepat tim pemadam berada di lokasi, peluang api tidak menjalar semakin besar kian bertambah. Lain cerita jika terlalu lambat datang. Bisa-bisa api sudah telanjur berkembang sehingga sulit dipadamkan.

Kondisi seperti ini membuat sarana transportasi menuju lokasi sangat penting. Terlebih lagi jika titik kebakaran ada di kawasan terpencil yang sulit dijangkau dengan sistem transportasi standar seperti mobil.

Hal inilah yang membuat APRIL Indonesia memilih untuk mempersiapkan sarananya. Agar proses pemadaman kebakaran bisa cepat, APRIL menyiapkan dua buah airboat dan satu buah helikopter untuk menunjang kinerja tim pemadam kebakaran.

Airboat dan helikopter memang amat diperlukan. Harus diakui, kebakaran sering terjadi di hutan yang tidak punya akses jalan darat. Untuk menuju ke sana mau tak mau harus melewati rawa-rawa atau mesti lewat udara. Dalam kondisi seperti ini, airboat menjadi sangat berguna.

Membuat Sistem Deteksi Titik Api
Kejadian kebakaran bisa terjadi di mana dan kapan saja. Oleh karena itu, sebuah wilayah perlu dipantau terus-menerus. APRIL Asia sudah menyiapkan sistem khusus untuk memantau deteksi titik api.

APRIL Pulp memanfaatkan pencitraan satelit untuk mendeteksi titik panas. Namun, itu saja masih kurang lengkap. Ketika ada citra panas yang terekam diperlukan pengecekan secara langsung ke lokasi.

Akan tetapi, lokasi titik panas sering berada di tempat-tempat terpencil yang sukar dijangkau. Sebagai antisipasi, APRIL Indonesia akhirnya menyiapkan drone sebagai alat pemantau.

Drone diterbangkan untuk mengambil gambar sebuah lokasi dengan cepat. Dari situ bisa dilihat kondisi titik panas secara akurat hanya dalam waktu sekitar lima menit. Sesudah itu bisa diketahui apakah memang ada kebakaran atau tidak.

Inilah sejumlah upaya nyata yang diambil oleh APRIL Pulp dalam mencegah kebakaran hutan. Mereka mempersiapkan tim dan sarana untuk pemadaman agar api tidak melahap habis hutan dan lahan.

0 comments:

Posting Komentar