Inseminasi Buatan, Berapa Peluang Keberhasilannya?

Interuterine Insemination (IUI) atau yang biasa disebut sebagai inseminasi buatan merupakan salah satu program kehamilan alternative yang dapat dipilih oleh pasangan suami istri yang memang sedang merencanakan dan merancang program kehamilan.

Program inseminasi buatan merupakan sebuah teknologi dimana sperma dari suami di injeksikan atau dimasukkan ke dalam rongga Rahim istri secara sengaja. Sperma suami yang di injeksikan sebelumnya telah melalui proses “pencucian” atau proses pemilihan sperma dengan kualitas tinggi.

Pemilihan sperma dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan persentase keberhasilan program inseminasi buatan itu tersendiri, karena semakin bagus kualitas sperma yang di injeksikan maka kemampuan sperma untuk bergerak dan juga membuahi sel telur atau ovum akan lebih besar.

Kenapa Memilih Prosedur Inseminasi Buatan
Alasan paling umum untuk dilakukannya proses inseminasi buatan adalah karena permasalahan terkait rendahnya jumlah sperma, dan rendahnya kualitas sperma yang dihasilkan. Namun inseminasi buatan dapat dipilih sebagai alternative program kehamilan untuk kondisi sebagai berikut :
1. Disfungsi ereksi pada pria
2. Kurang baiknya kondisi serviks atau leher Rahim wanita, ditandai dengan serviks menghasilkan cairan atau lendir yang tidak ramah sperma (tidak baik untuk sperma)
3. Unexplained infertility atau infertilitas (kemandulan) yang tidak diketahui penyebabnya
4. Adanya cervical scar atau jaringan parut pada serviks yang dapat menghambat kemampuan sperma untuk memasuki Rahim

Peluang Keberhasilan Prosedur Inseminasi Buatan
Menurut dr. Ivander Utama F.MAS, SpOG, MSC, tidak semua pasangan yang menjalankan ineminasi buatan dapat langsung hamil. Tingkat kehamilan atau pregnancy rate program inseminasi buatan hanya sebesar 10 sampai 15 persen.

Tingkat keberhasilan prosedur inseminasi buatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kualitas sperma yang masih kurang sehingga menyebabkan sperma tidak dapat bergerak secara mandiri dan membuahi ovum, atau dapat juga karena usia perempuan saat melakukan prosedur sudah tidak optimum.

Kunjungi website resmi bocah Indonesia  https://bocahindonesia.com/ untuk dapat langsung berkonsultasi dengan tenaga ahli fertilisasi atau yang biasa disebut sebagai kesuburan dan langsung menjadwalkan perawatan yang anda ingin jalankan bersama pasangan.

0 comments:

Posting Komentar