7 Kesalahan Saat Membangun Kultur Perusahaan yang Baru

Via: https://newsignature.com/articles/how-devops-can-shift-the-culture-of-your-company/building-corporate-culture-1/

Kultur mampu memberi efek signifikan pada bisnis. Suatu perusahaan dengan kultur yang baik bisa menarik dan mempertahankan pekerja berkualitas, tentunya konsumen juga. Tapi bagaimana agar tidak salah langkah membangun kultur perusahaan?

Kultur sudah menjadi diskusi hangat para pimpinan perusahaan beserta jajaran timnya. Dibanding dengan aktivitas perusahaan lain seperti mengatur strategi atau merekrut pegawai baru, mengubah kultur perusahaan jauh lebih menantang.

Kultur merupakan sesuatu yang abstrak, dan hampir tak ada batasan yang jelas. Persoalan kian pelik kala 70% pemimpin perusahaan memakai cara yang kurang tepat saat berencana membangun kultur perusahaan baru seperti yang dikatakan sebuah studi baru.

#1. Proses Rekrutmen yang Buruk

Via: https://integrity-asia.com/blog/2018/12/19/industry-4-0-how-to-smartly-recruit-employees-for-the-unprecedented-job-functions/

Membangun kultur perusahaan ke arah positif tak akan terjadi jika proses rekrutmen yang dijalankan ternyata buruk. Pada saat proses rekrutmen, sangat mungkin menemukan talenta terbaik yang mampu membawa perusahaan selangkah lebih maju.

Tapi yang sering dilupakan bagian HRD yaitu, apakah talenta tersebut sesuai dengan kultur perusahaan yang sudah berjalan? Atau bisakah pekerja tersebut merubah kultur perusahaan ke arah lebih baik? Poin ini seharusnya jangan dilupakan saat proses rekrutmen berjalan.

#2. Miskin Komunikasi
Di antara kesalahan yang lazim terjadi saat ingin mengubah kultur yaitu tidak mengkomunikasikan secara intensif rencana perubahan kultur. Pastikan pegawai dan semua individu yang terlibat dalam perusahaan mengetahui strategi kultur yang akan diusung.

Pada dasarnya, semua pegawai dan individu dalam perusahaan juga ingin dilibatkan dalam proses perubahan kultur. Kurangnya komunikasi justru bisa menyebabkan proses pembangunan kultur perusahaan tidak maksimal, bahkan cenderung gagal.

#3. Tak Memiliki Rencana Jelas
Satu kesalahan besar yang kerap dilakukan petinggi perusahaan yaitu mengatakan “mari membuat kultur perusahaan menjadi lebih baik lagi” tanpa menyusun rencana lebih jelas. Pertama yang harus dilakukan yaitu melihat kultur saat ini lalu temukan apa yang kurang.

Dengan menilai kultur yang ada saat ini, akan muncul area yang perlu perbaikan. Setidaknya ada dua elemen penting dalam merubah kultur, yaitu dukungan dari jajaran eksekutif dan pelatihan kultur baru dengan menerapkan metode design sprint misalnya.

#4. Mencoba Menerapkan Kultur Perusahaan Lain
Jangan pernah mencoba menjadi perusahaan lain seperti di luar sana. Tiap perusahaan punya nilai tawar dan keunikan sendiri. Terima apa yang bisa didapat perusahaan dan jadikan itu kelebihan. Menjiplak kultur perusahaan lain tak akan semudah yang dipikirkan, itupun jika bisa.

Beberapa elemen kultur akan terbentuk sendiri seiring perusahaan berjalan ke arah yang benar, dan pastikan membuat satu kultur spesifik yang mampu mencerminkan nilai perusahaan. Jika belum yakin ingin memulai dari mana, jangan sungkan berdiskusi dengan anggota tim.

#5. Mengukur Kultur Dengan Data Online

Via: https://www.v4solutions.in/
Kultur perusahaan bukan sesuatu yang nyata dan bisa dilihat dengan mata. Yang menjadi aneh, banyak perusahaan justru menggantungkan pada data online untuk melihat seberapa bagus kultur perusahaan yang dijalankan. Tidak ada parameter jelas, hanya ada sukses atau gagal.

Perusahaan seringnya melihat data sebagai indikator utama dari kultur, meski angka tersebut bisa saja berbohong. Pemimpin yang pandai seharusnya tak bergantung data saja, tapi juga mampu menyediakan atmosfir nyaman dan rasa aman sehingga ada peningkatan kultur.

#6. Membangun Kultur Perusahaan Hanya Untuk Startup Saja
Ini pernyataan keliru, dan sangat disangsikan kebenarannya. Tiap perusahaan pasti memiliki kultur, dan terserah pada individu di dalamnya untuk membuat kultur menjadi lebih baik. Perusahaan raksasa seperti Google dan Facebook mendapat sorotan karena kultur kerja yang di luar kebiasaan.

Tapi masih ada banyak perusahaan lain yang juga menerapkan pola kerja tak biasa yang kurang disorot, dan berhasil. Apa yang bagus di perusahaan lain belum tentu tepat untuk perusahaan lain, dan jika dipaksa diterapkan, hasilnya justru menjadi kontra produktif.

#7. Gagal Dalam Transparansi
Kepercayaan dan kejujuran merupakan dua komponen penting dalam merubah kultur perusahaan. Dua elemen tersebut juga krusial untuk membuat perusahaan sukses. Yang harus jadi catatan, membangun sikap percaya dan jujur butuh transparansi dalam aspek apapun.

Semisal bertujuan membuat kultur terbuka, jujur, produktif, loyal, merasa terikat, dan selalu komitmen, maka buatlah atmosfir lebih transparan. Transparansi akan membuat pekerja bisa melihat gambaran lebih besar tentang apa yang akan terjadi para perusahaan.

Memahami apa yang menjadi kesalahan dalam membangun kultur perusahaan bisa membantu menghindari rusaknya tatanan organisasi. Dengan menghindari beberapa kesalahan tersebut, bisa dipastikan bisnis akan berjalan ke arah yang tepat.

0 comments:

Posting Komentar