Ketahui Cara Mengelola Inovasi di Perusahaan Secara Efektif

Via: https://tradinginsider.fr/2019/02/great-innovation-great-marketing/
Perusahaan manapun pasti ingin menjadi penerus Google atau Apple, tak ingin menjadi Yahoo! yang stagnan, lebih-lebih Kodak yang sudah gulung tikar. Satu perbedaan yang membuat bisnis sukses tidaknya terletak pada cara mengelola inovasi di perusahaan.

Coba datangi tiap seminar, dengan lantang pembicara pasti mengatakan ‘inovasi atau mati!’ ke semua partisipan. Banyak yang kemudian terinspirasi dengan ajakan tersebut, tapi pada praktiknya mengalami kebingungan saat mencoba mengaplikasikan.

Ide dipadu dengan kreativitas tinggi merupakan formula tepat untuk memunculkan inovasi. Tapi inovasi tidak bisa dipaksa keluar, tapi dengan cara yang tepat, perusahaan bisa melangkah ke arah yang benar untuk menemukan solusi atas persoalan yang muncul.

Cara Mengelola Inovasi di Perusahaan


#1. Eliminasi proyek dan proses yang tak berjalan
Via: https://www.freepik.com/free-photo/close-up-hand-cleaning-light-bulb-drawn-blackboard-with-duster_2804585.htm#page=1&query=delete&position=2

Saat ingin mengelola inovasi, perusahaan perlu menerapkan apa yang disebut creative abandonment. Ini ditandai dengan mengeliminasi proyek yang kurang sukses guna memberi ruang pada ide baru. Jangan sungkan untuk mengakui dan mengeliminasi proyek yang terbengkalai.

Tak ada perusahaan yang ingin mengalami masalah finansial karena proyek yang kurang memberi profit. Dengan mengalihkan tenaga, waktu, dan dana pada proyek yang baru, perusahaan sebenarnya berhemat karena tak menyia-nyiakan sumber daya yang ada.

Inovasi jelas memerlukan sikap optimis dari semua individu yang terlibat. Ini terkait dengan sikap untuk terus berkembang mencapai performa yang lebih tinggi. Dengan selalu menjaga sikap produktif dan mengeliminasi proyek yang kurang berhasil, inovasi akan terkelola dengan baik.

#2. Toleran terhadap risiko dan kegagalan
Toleran terhadap kegagalan dalam tingkat tertentu sebagai bagian dari pertumbuhan merupakan bagian penting dari inovasi. Singkatnya, inovasi adalah risiko. Perusahaan seharusnya jangan mengambil risiko jika tak paham target yang ingin dicapai sepenuhnya.

Perusahaan yang sukses menerapkan kultur inovasi pasti lebih berani mengambil risiko. Memang ada risiko gagal, dan itu wajar sebagai bagian dari proses tumbuh kembang perusahaan. Sikap ini bisa tercermin dari pekerja yang direkrut, termasuk dari jajaran pemimpinnya.

Walau demikian, pengambilan risiko harus disertai hitungan matang dengan menimbang potensi keuntungan dan kerugian yang mungkin didapat. Beruntungnya, ada banyak alat marketing yang bisa dimanfaatkan untuk mengkalkulasi potensi risiko dari tiap proyek.

#3. Terbuka dalam komunikasi
Via: https://www.freepik.com/free-photo/project-team-collaborating-business-analytics_5699139.htm#page=1&query=asian%20meeting&position=1

Komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan karyawan bisa membantu menjaga inovasi berkembang. Pola komunikasi seperti demikian bisa menciptakan sikap saling percaya. Untuk menciptakan iklim seperti ini, jajaran pemimpin harus mengambil inisiatif terlebih dulu.

Ini bisa dimulai dengan berbagi informasi dengan karyawan dalam frekuensi lebih sering, bahkan jika itu berita kurang baik. Memang tak semua perusahaan bisa menerapkan metode komunikasi terbuka, tapi perusahaan bisa membuat program khusus supaya mendorong komunikasi lebih intens.

Dari yang kurang formal seperti makan siang bersama, sampai pertemuan formal bulanan antar divisi atau membuat forum khusus, semua bisa dilakukan perusahaan. Dalam pertemuan ini, pimpinan bisa mendengar inovasi secara terbuka dari divisi yang menangani konsumen langsung.

#4. Memfasilitasi proses inovasi
Pastikan bahwa mesin inovasi selalu terjaga dan innovator diberi fasilitas lebih supaya menjaga tingkat kompetensi yang diperlukan. Dalam setiap tim atau divisi, pasti ada sosok berpengaruh yang memiliki ide-ide tak biasa, dan inilah yang harus dirawat.

Berikan fasilitas untuk mendukung inovasi yang dikembangkan. Tak harus berlebihan, dukungan yang dimaksud berupa data, panduan, alat, dan lainnya. Instrumen tersebut harus mudah diakses dan digunakan oleh inovator perusahaan.

Untuk menjaga siklus inovasi, perusahaan juga bisa memberikan semacam pelatihan pengembangan dengan fokus pada aspek tertentu yang menjadi keunggulan bisnis. Jika memang tak memberatkan anggaran, insentif juga bisa diberikan sebagai bentuk apresiasi.

#5. Tiga pilar inovasi
Untuk mengelola inovasi secara efektif, setidaknya ada tiga pilar inovasi yang harus dipahami. Tiga pilar inovasi yang dimaksud yaitu kompetensi, strategi, dan manajemen. Kompetensi dalam hal ini terkait dengan sisi historis perusahaan yang akan mengatur level inovasi.

Strategi merupakan bagian integral untuk menyesuaikan inovasi dikembangkan dengan kebutuhan market dan target yang ingin dicapai. Manajemen lebih terkait sikap perusahaan dalam mengatur dan menjaga inovasi supaya tetap berada di titik produktif.

Tak ada yang mudah dalam mengelola inovasi, tapi beberapa poin di atas bisa membantu perusahaan tetap eksis. Dengan memahami cara mengelola inovasi di perusahaan, bisnis mendapat keuntungan karena mampu berkembang sesuai tuntutan konsumen.

0 comments:

Posting Komentar