FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL, METODE MANAKAH YANG LEBIH BAIK DALAM MENGANALISIS SAHAM?

Bagi para investor, mengambil keputusan dalam menjual dan membeli saham tidak dilakukan secara gegabah. Dalam dunia investasi dikenal istilah fundamental dan teknikal yang bermanfaat dalam menganalisis saham. Kedua metode ini kerap diperdebatkan terkait keunggulannya masing-masing. Lalu, manakah yang lebih baik? Menurut Sedata.id ada dua strategi yaitu:

 

1. Metode Analisa Fundamental

Metode analisa fundamental merupakan metode analisa saham yang menitikberatkan sektor luar seperti makro ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter. Seperti kondisi perekonomian di negara lain misalnya Amerika Serikat yang menjadi acuan bagi Indonesia dalam nilai tukar mata uangnya. Selain itu, faktor-faktor dalam sebuah perusahaan juga berpengaruh terhadap analisa fundamental seperti laporan keuangan, rasio utang dan modal, profitabilitas, likuiditas dan cash-flow operation. Faktor-faktor internal tersebut dapat menunjukkan kualitasperforma perusahaan dalam mengelola bisnisnya.


Menurut Warren Buffet, salah satu investor saham tersukses, kunci dalam mengambil keputusan dalam investasi saham yaitu mengetahui lebih dahulu kondisi fundamentalnya atau fondasi perekonomiannya tanpa menghiraukan fluktuasi harga sahamnya. Hal ini dikarenakan naik/turunnya harga saham hanya bersifat sementara. Ketika harga telah mencapai batas maksimum dalam kenaikan maupun penurunan harga, harga akan menjadi stabil kembali.


Dalam metode analisa fundamental, dua hal yang dapat dipertimbangkan dalam memilih saham yaitu melalui growth investing company dan value investing company. Growth investing company merupakan perusahaan yang masih bisa berkembang di masa yang akan datang. Perusahaan seperti ini dapat di lihat dari perkembangan yang cukup signifikan setiap tahunnya dari sales, return on asset, earning per share. Sedangkan value investing company merupakan perusahaan yang belum berkembang secara pesat, namun memiliki peluang untuk berkembang di masa depan. 


2. Metode Analisa Teknikal

Berbeda dengan metode analisa fundamental, metode analisa teknikal merupakan metode analisa saham yang melihat data atau statistik melalui arah pergerakan harga di periode-periode sebelumnya, sehingga pergerakan harga di masa yang akan datang dapat di prediksi. Pergerakan harga dapat di lihat dengan menggunakan chart seperti fibonacci chart dan moving average chart yang dapat dilihat dalam kurun waktu harian maupun mingguan.


Pergerakan harga saham di bagi menjadi 3 yaitu uptrend, downtrend, dan sideways. Uptrend merupakan kondisi dimana harga saham mengalami kenaikan. Downtrend merupakan kondisi dimana harga saham mengalami penurunan. Sedangkan sideways merupakan kondisi dimana harga tidak mengalami kenaikan maupun penurunan atau cenderung stabil.


Dalam metode teknikal, terdapat indikator-indikator yang dapat menentukan waktu yang tepat untuk membeli maupun menjual saham. Indikator yang pertama yaitu moving average. Salah satu jenis moving average yang digunakan yaitu exponential moving average (EMA) yang merupakan indikator teknikal dalam pergerakan harga saham. Indikator ini dapat dilihat dengan menyaring fluktuasi harga yang berbobot lebih besar dan menekankan pada titik data yang terbaru. Indikator kedua yang digunakan adalah stochastic oscillator. Stochastic oscillator merupakan indikator dalam metode teknikal untuk mengukur momentum yang tepat apakah harganya naik atupun turun. Indikator ketiga yang digunakan yaitu support resistance. Support resistance merupakan penahan ketiga harga naik dan turun. Indikator ini menunjukkan bahwa ketika harga mencapai titik puncak baik naik maupun turun, harganya akan kembali secara stabil. Sedangkan indikator terakhir yaitu candlestick yang merupakan grafik harga yang menampilkan harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan untuk periode tertentu.


Dengan penjelasan di atas, manakah metode yang lebih baik untuk digunakan dalam menganalisis saham? Metode yang paling efektif yaitu menggunakan kombinasi antara fundamental dan teknikal. Seperti contohnya dalam masa pandemi, para investor maupun trader tentunya harus memperhatikan sektor apa yang memberikan dampak positif di masa pandemi. Metode teknikal juga harus dipertimbangkan karena pergerakan harga saham juga harus diketahui apakah arah pergerakannya naik, turun, ataupun stabil.


Menentukan strategi mana yang baik akan berpengaruh akan tujuan dalam goals di dalam Personal Finance kita.

0 comments:

Posting Komentar