Sejarah Design Thinking, Bagaimana Kemunculan dan Perkembangannya?

sejarah-design-thinking/ https://cdn.lynda.com/course/495768/495768-637020843870921846-16x9.jpg

Sejarah design thinking memang menarik untuk dipahami dan diikuti perkembangannya. Sebagai formula atau metode yang saat ini mulai banyak diterapkan oleh beberapa perusahaan, maka sangat disayangkan bila Anda hanya memahami konsepnya saja tanpa mengetahui sejarah design thinking. Dengan mengetahui dan memahami sejarah awal design thinking sendiri maka Anda akan bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai efektivitas metode ini untuk penerapannya di perusahaan.

Sejarah Design Thinking

Design thinking ini diawali dan digagas oleh pendiri IDEO yaitu David Kelley dan Tim Brown. IDEO sendiri merupakan lembaga konsultan desain  yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi. Tujuan diciptakannya design thinkingoleh David Kelley dan Tim Brown tersebut adalah untuk menyelesaikan masalah dengan berfokus pada kebutuhan pengguna atau user. Dari konsep yang dihadirkan oleh David Kelley dan Tim Brown inilah, design thinking dikenal dan berkembang pesat. Perkembangan design thinking sendiri terlihat dari munculnya versi praktis yakni design sprint yang dipopulerkan oleh Jake Knapp. Design sprint sendiri telah sukses diterapkan pada startup-startup yang berada dalam naungan Google Ventura.

Design Thinking Dalam Konsep Sebenarnya

Saat memperkenalkan design thinking, IDEO menyatakan bahwa formula ini akan mengubah cara perusahaan atau organisasi dalam berpikir mencari solusi permasalahan. Tidak hanya itu dalam mengembangkan sebuah produk dan service tertentu, pola pikir pemilik perusahaan akan banyak berubah ketika menggunakan design thinking. Dalam hal lain IDEO menyatakan bahwa design thinking ini merupakan penyatuan harapan dari sudut pandang manusia dengan hal dari sudut pandang teknologi yang memiliki kelayakan dan nilai ekonomis. Namun untuk menerapkannya, seseorang perlu mengerahkan kreativitas mereka agar ide serta solusi yang didapatkan benar-benar mampu menyelesaikan masalah.

Solusi Berdasarkan Kebutuhan Pengguna

sejarah design thinking/ https://www.injazat.com/en/media/483708ec-e8bd-11e8-95d4-0050569a2dc2/view.php

Menurut Alamanda Shantika Santoso, selaku Vice President of Technology Product Go-Jek, menyatakan bahwa design thinking ini sebuah metode kolaborasi dengan banyak ide dari berbagai disiplin ilmu guna dapatkan solusi. Solusi yang dihadirkan design thinking sendiri terbilang efektif karena dibuat dengan dasar kebutuhan user atau pengguna. Dengan salah satu elemen people centered dan tahapan empathize, maka akan didalami terlebih dahulu kebutuhan atau permasalahan pengguna. Setelah didapatkan data kebutuhan user maka akan dilakukan elaborasi ide untuk kemudian dibuatkan prototipe dan di lakukan tes hingga diperoleh solusi yang efektif.

Design Thinking Versi Praktis Bernama Design Sprint

Dari sini apakah Anda sudah memahami sejarah design thinking? Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa perkembangan dari design thinking sendiri saat ni telah muncul versi praktisnya yang kemudian dikenal dengan nama design sprint. Dengan penerapan design sprint maka untuk menghadirkan solusi efektif yang diddasarkan pada kebutuhan user tadi dapat dilakukan dengan cepat. Dengan lima tahapan yang dijalankan maka solusi dari konsep design sprint ini akan bisa didapatkan hasilnya dalam waktu lima hari saja. Tentu saja dengan mendapatkan solusi yang cepat maka Anda akan bisa memperoleh efisiensi. Dari efisiensi tersebut, maka Anda akan lebih mudah untuk membuat perusahaan bertumbuh seperti yang diharapkan.

Belajar memahami sejarah design thinking ini memang menarik untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang metode dari David Kelley dan Tim Brown tersebut. Nah agar Anda bisa mendapatkan gambaran secara utuh dan komprehensif, bisa mempelajarinya di sini. Dengan sumber daya dan kemampuan yang ada, Anda akan bisa mendapatkan konstruksi mengenai sejarah design thinking yang benar-benar jelas dan utuh.

Sumber dan Referensi :
http://adpii.org/2018/01/mengenal-design-thinking/

0 comments:

Posting Komentar