Inilah 7 Jenis Vaksin yang Diperlukan Orang Dewasa

Jika Anda menganggap vaksin hanya diperlukan oleh anak-anak, maka sebaiknya segera buang anggapan tersebut. Nyatanya, orang dewasa juga membutuhkan vaksin, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Untuk melakukannya juga tidak terlalu sulit karena sudah banyak tempat vaksin Jakarta yang melayani pemberian vaksin. Lalu, apa saja vaksin untuk orang dewasa? Simak pembahasan berikut ini.


Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa



1. Vaksin pneumonia

Vaksin dewasa yang pertama adalah vaksin pneumonia. Pneumonia merupakan sebuah penyakit radang paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus. Bakteri ini menyerang bagian saluran pernapasan bawah dan dapat menular lewat bersin, batuk, maupun ketika sedang berbicara. Pneumonia lebih rentan terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut atau orang dengan imunitas rendah.


2. Vaksin influenza

Selanjutnya adalah vaksin influenza. Penyakit influenza kerap muncul dengan ditandai demam, nyeri otot, dan batuk. Normalnya, vaksin influenza diberikan setiap satu tahun sekali. Vaksin ini bertujuan agar seseorang tidak mudah terkena penyakit ini dan tidak mudah tertular oleh orang yang sedang menderita, apalagi saat musim hujan atau pancaroba.


3. Vaksin tetanus, pertusis, dan difteri

Jenis vaksin yang satu ini diberikan agar Anda langsung terlindungi dari tiga macam penyakit, yakni tetanus, pertusis, dan difteri. Tetanus merupakan kasus di mana seseorang mengalami kejang otot secara ekstrem. Difteri adalah penyakit yang bisa menyebabkan berbagai masalah pernapasan, gagal jantung, kelumpuhan, bahkan kematian. Meskipun vaksin ini biasanya telah dilakukan saat seseorang masih balita, namun ketika dewasa sebaiknya tetap melakukan vaksin ini 10 tahun sekali.


4. Vaksin HPV

HPV atau Human Papiloma Virus merupakan virus yang menyebabkan seseorang terkena kanker serviks. Penyakit ini menular lewat kontak seksual. Seseorang sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin ini sebelum melakukan hubungan seksual karena pemberian pada waktu ini dinilai lebih efektif untuk mencegah terjadinya kanker serviks. 


5. Vaksin hepatitis A dan B

Jenis vaksin yang berikutnya adalah vaksin hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar melalui kotoran penderita. Penyakit hepatitis A lebih sering menyerang anak-anak sehingga sejak usia 2 tahun sebaiknya anak diberikan vaksin hepatitis A dan dilakukan lagi setiap 10 tahun sekali.


Selain hepatitis A, vaksin hepatitis B juga perlu dilakukan. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada organ hati dan jika tidak mendapat penanganan medis bisa menyebabkan sirosis hati atau kanker hati. Vaksin hepatitis B sebenarnya sudah diberikan ketika anak baru lahir dan diberikan ulang setiap enam bulan sekali.


6. Vaksin varisela

Vaksin varisela diberikan kepada orang yang belum pernah menderita cacar air, orang dewasa sehat yang tidak sedang hamil, atau orang yang dekat dengan penderitanya. Vaksin ini terdiri dari 2 dosis dan diberikan dengan jarak 5-8 minggu. Pemberian vaksin varisela bisa diulang setiap 20 tahun sekali. Yang perlu diingat, karena vaksin ini dibuat menggunakan virus hidup, seseorang tidak harus mendapatkannya jika memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah.


7. Vaksin MMR measles, mumps, dan rubella (MMR)

Jenis vaksin yang terakhir adalah vaksin MMR (Measles, mumps, dan rubella). Seperti namanya, vaksin ini diberikan kepada seseorang untuk mencegah terkena 3 macam penyakit, yakni measles atau campak, mumps atau gondongan, dan juga rubella atau campak Jerman. Biasanya vaksin ini diberikan kepada seseorang yang bekerja di pelayanan kesehatan atau orang yang sering bepergian.


Itulah beberapa vaksin yang perlu diberikan untuk orang dewasa. Untuk menemukan tempat vaksin di Jakarta, Anda bisa menggunakan Halodoc. Halodoc merupakan salah satu platform kesehatan yang sangat lengkap. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, mencari rumah sakit terdekat, mencari obat, dan membaca berbagai artikel tentang kesehatan. Untuk lebih lengkap, Anda bisa langsung mengunjungi www.halodoc.com.

0 comments:

Posting Komentar